"Feeling saya mengatakan empat atau lima tahun lagi, kita sudah tidak mengimpor lagi bahan-bahan petrokimia. Justru bisa kita ekspor," tutur Jokowi saat meresmikan pabrik baru Chandra Asri, di Cilegon, Banten, Jumat (6/12).
Jokowi menyatakan sampai saat ini impor bahan petrokimia menjadi salah satu penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Selain petrokimia, minyak dan gas juga menjadi penyumbang terbesar defisit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kita biarkan bertahun-tahun, tidak ada perubahan, ini lah yang ingin kita selesaikan," ujarnya.
"Jangan berikan dong peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa harus impor," terang dia.
Jokowi mengapresiasi rencana Chandra Asri untuk membangun pabrik baru lagi dengan nilai investasi mencapai Rp60 sampai Rp80 triliun.
Ia berharap pabrik baru ini bisa meningkatkan jumlah produksi mencapai jutaan ton per tahun. "Segera selesaikan, Kalau bisa jangan empat tahun, dua tahun selesa, dikebut," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (bir/fra/bir)