Bahkan, mereka menilai kebijakan kontroversial tersebut merugikan banyak pihak, baik perusahaan, anak perusahaan, karyawan, hingga penumpang.
Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin mengatakan Ari pernah mengalihkan rute terbang Jakarta-London dan Jakarta Amsterdam via Denpasar dan Kualanamu. Padahal, rute perjalanan itu melebihi batas kewajaran jam terbang lantaran menghabiskan waktu nyaris 19 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak punya keterangan seperti apa, apa alasan yang mendasar bagi beliau mengalihkan rute tersebut," paparnya.
Selain kontroversi pemindahan rute, di bawah kepemimpinan Ari, Garuda Indonesia juga tersangkut masalah manipulasi penyajian laporan keuangan tahun 2018. Mulanya, Garuda Indonesia mencetak laba bersih US$5 juta, akan tetapi kinerja itu mendapatkan penolakan dari dua komisarisnya.
Lihat juga:Pengusaha Hotel 'Happy' Dirut Garuda Dipecat |
Ia melanjutkan Ari juga memberikan larangan terbang bagi pegawai alias grounded tanpa disertai alasan profesional. Pegawai tersebut dilarang terbang dalam periode 1-6 bulan bergantung kesalahannya. Manajemen Garuda Indonesia mengklaim tindakan itu sebagai bagian dari pembinaan.
"Tapi menurut kami itu bukan pembinaan karena pendapatan kami didapatkan dari dua, pertama gaji pokok, dan kedua, uang terbang. Kalau di-grounded berarti uang terbang hilang, itu menyengsarakan kami sebagai pegawai Garuda Indonesia," terang Zaenal.
Di samping itu, ia mengklaim Ari membuat serikat pekerja tandingan yang membela kepentingan. Sayangnya, dalam hal ini, kepentingan Ari tersebut dinilai merugikan perusahaan.
Atas tindakan kontroversial itu, IKAGI pun mendukung keputusan Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Ari.
"Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar- benar merugikan awak kabin. Makanya, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya," tandas Zaenal.
CNNIndonesia.com telah meminta respons Ari melalui pesan singkat. Namun, yang bersangkutan belum menjawab.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)