Kebijakan tersebut diputuskan dalam pertemuan di Wina, Jumat (6/12). Dengan keputusan tersebut, kesepakatan pemangkasan produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari yang akan berakhir pada Maret 2020 mendatang akan bertambah menjadi 1,7 juta barel per hari.
OPEC menyatakan tambahan pemangkasan produksi tersebut, 340 ribu barel di antaranya akan dihasilkan dari negara anggota mereka. Sementara itu, pemangkasan 160 ribu barel per hari lainnya akan dilakukan oleh Rusia dan negara penghasil minyak di luar OPEC.
OPEC menyatakan tambahan pemangkasan produksi tersebut, 340 ribu barel di antaranya akan dihasilkan dari negara anggota mereka. Sementara itu, pemangkasan 160 ribu barel per hari lainnya akan dilakukan oleh Rusia dan negara penghasil minyak di luar OPEC.
"Penyesuaian tambahan pemangkasan ini akan efektif pada 1 Januari 2020 dan tunduk pada kepatuhan penuh oleh setiap negara," kata OPEC seperti dikutip dari CNN.com, Sabtu (7/12).
Yang pasti setelah keputusan pemangkasan produksi mereka buat, harga minyak mentah naik 0,8% menjadi US$ 59 per barel. OPEC dan negara sekutunya sejak beberapa waktu lalu memang memangkas produksi mereka agar harga minyak bisa naik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah tersebut terjadi karena negara non-OPEC yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) terus meningkatkan produksi.
[Gambas:Video CNN]
(agt)