Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea terpantau melemah 0,12 persen, yen Jepang 0,07 persen, dolar Singapura 0,04 persen, dan ringgit Malaysia 0,03 persen diikuti baht Thailand yang melemah tipis 0,01 persen.
Penguatan hanya terjadi pada lira Turki dan dolar Taiwan dengan nilai sebesar 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penurunan Ekspor China Seret Harga Minyak |
"Hingga saat ini belum ada kepastian apakah AS dan China bersepakat. Pasar mewaspadai kalau-kalau AS dan China malah tidak jadi bersepakat," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/12).
Ariston kemudian mengatakan apabila AS menerapkan tarif baru kepada China pada tanggal 15 Desember nanti, maka akan merupakan sinyal negatif bagi kesepakatan dagang kedua negara.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat bahwa rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.080 per dolar AS hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)