Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik tipis sebesar US$0,09 per barel ke level US$64,34 per barel. Kemudian, harga minyak WTI menguat US$0,22 per barel menjadi US$59,24 per barel.
OPEC dan sekutunya telah memutuskan untuk mengurangi lebih banyak produksi minyak pada kuartal I 2020 sebesar 500 barel per hari. Alhasil, jika semula kelompok itu hanya memangkas produksi 1,2 juta barel per hari, nantinya bertambah menjadi 1,7 juta barel per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, pemerintah China sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus tarif impor sejumlah barang dari AS. Upaya China dinilai positif dalam pembahasan perundingan perang dagang dengan AS.
Sebelumnya, harga minyak sempat terkoreksi lantaran ekspor China menurun dalam empat bulan terakhir. Pelemahan ekspor Negeri Tirai Bambu tersebut dipengaruhi oleh perang dagang.
Tercatat, pada perdagangan Senin (9/12), harga minyak berjangka Brent terkoreksi 0,25 persen ke level US$64,25 per barel. Kemudian dan WTI turun 0,24 persen di level US$59,02 per barel.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)