Harga Emas Antam Naik Rp1.000 per Gram Hari Ini

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 09:18 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp1.000 per Gram Hari Ini Harga jual emas Antam berada di posisi Rp744 ribu per gram pada Rabu (11/12). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp744 ribu per gram pada Rabu (11/12) atau meningkat Rp1.000 dari Rp743 ribu per gram pada Selasa (10/12). Sementara harga pembelian kembali (buyback) cuma naik Rp500 per gram dari Rp658 ribu menjadi Rp658.500 per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp396,5 ribu, 2 gram Rp1,43 juta, 3 gram Rp2,13 juta, 5 gram Rp3,54 juta, 10 gram Rp7,01 juta, 25 gram Rp17,43 juta, dan 50 gram Rp34,78 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp69,5 juta, 250 gram Rp173,5 juta, 500 gram Rp346,3 juta, dan 1 kilogram Rp692,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.468,2 per troy ons atau menguat tipis 0,01 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot turun 0,02 persen ke US$1.464,07 per troy ons pada pagi ini.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono memperkirakan pergerakan harga emas akan sedikit tertekan di pasar internasional pada hari ini. Sebab, ada sentimen kelanjutan negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.

"Emas spot tergerus penundaan tarif bea masuk impor sebesar 15 persen dari AS terhadap China untuk produk senilai US$160 miliar yang masuk ke AS," ucap Suluh kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, meski kebijakan ini belum final, namun sentimen sudah berhasil memberi angin segar bagi aset berisiko seperti saham dan dolar AS. Sebaliknya, hal ini justru menekan aset safe haven seperti emas.

Sementara dari The Fed, sentimen berasal dari sinyal penahanan tingkat bunga acuan bank sentral pada bulan ini. Menurutnya, The Fed kemungkinan akan mempertahankan tingkat bunga karena pelaku pasar yang masih cenderung menunggu dan melihat momentum (wait and see).

"Dolar masih akan berpotensi menguat hingga esok ketimbang emas spot," ucapnya.

Secara keseluruhan, ia memproyeksi harga emas bergerak di pasar internasional bergerak di kisaran yang sempit antara US$1.460 per troy ons sampai US$1.470 per troy ons pada hari ini.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)