Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan pihaknya sudah mengusulkan ke OJK untuk segera melakukan fit and proper test kepada lima komisaris tersebut. Untuk itu, Kementerian BUMN tengah menunggu proses selanjutnya dari OJK.
"Kan dipertanyakan hanya satu komisaris yang efektif. Komisaris yang belum efektif memang kami minta ke OJK nanti fit and proper test. Kami menunggu teman-teman OJK," ucap Arya, Rabu (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak lolos ya diubah, itu aturan mainnya. Fit and proper test dari OJK ini kan untuk lembaga keuangan," jelas Arya.
Sebagai informasi, susunan komisaris dan direksi berubah setelah RUPSLB bulan lalu. Posisi Direktur Utama BTN yang sebelumnya kosong ditempati oleh Pahala Nugraha Mansuri.
Susunan Direksi Bank BTN
Direktur Utama : Pahala Nugraha Mansuri
Direktur Consumer dan Commercial Lending : Hirwandi Gafar
Direktur Finance, Planning, & Treasury : Nixon L. P. Napitupulu
Direktur Human Capital, Legal & Compliance: Yossi Istanto
Direktur Remedial and Wholesale Risk : Elisabeth Novie Riswanti
Direktur Operation, IT & Digital Banking : Andi Nirwoto
Direktur Distribution & Retail Funding : Jasmin
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics : Setiyo Wibowo
Susunan Komisaris Bank BTN
Komisaris Utama/Independen: Chandra Hamzah
Komisaris : Eko D. Heripoerwanto
Komisaris : Heru Budi Hartono
Komisaris : Andin Hadiyanto
Komisaris Independen : Armand B. Arief
Komisaris Independen : Ahdi Jumhari Luddin
[Gambas:Video CNN] (aud/age)