Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik sebesar US$0,48 per barel ke level US$64,2 per barel. Kemudian, harga minyak WTI meningkat US$0,42 per barel menjadi US$59,18 per barel.
Presiden AS Donald Trump menuliskan dalam akun pribadi twitter nya bahwa AS sudah hampir sepakat dengan China. Terlebih, AS juga sedang mempertimbangkan penundaan tarif yang akan berlaku pada 15 Desember 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh informasi ini menjadi angin segar untuk harga minyak. Maklum, perkembangan perang dagang AS dan China akan mempengaruhi prospek permintaan minyak ke depannya.
Jika prospeknya buruk, maka harga minyak juga akan bergerak negatif. Sebaliknya, jika pemintaan meningkat, artinya harga komoditas itu bakal menguat.
Sebelumnya, harga minyak dunia melorot karena pasokan di AS meningkat. Harga minyak Brent terkoreksi sebesar US$0,62 per barel ke level US$63,72 per barel dan WTI turun US$0,48 per barel menjadi US$58,76 per barel.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)