"Mereka lagi proses. Ada lima investor, empat dari luar negeri dan satu dalam negeri," ujar Tiko, begitu ia akrab disapa, Jumat (13/12).
Kendati begitu, mantan direktur utama Bank Mandiri itu enggan membocorkan siapa saja lima calon investor yang akan masuk ke perusahaan asuransi pelat merah yang tengah 'berdarah-darah' kinerja keuangannya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ketua wasit lembaga jasa keuangan itu ingin Jiwasraya dapat segera menyelesaikan proses pencarian investor untuk masuk ke anak usaha, yakni PT Jiwasraya Putra.
"Ini kan investor yang masuk ke Jiwasraya Putra, ya kami tinggal tunggu hasil. Tapi ya lebih cepat lebih bagus," tutur dia.
Di tengah penyelesaian kasus Jiwasraya, Kementerian BUMN justru melaporkan indikasi kecurangan dalam tubuh Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Pasalnya, Kementerian BUMN menemukan fakta bahwa ada sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent). Selain itu, Jiwasraya juga sempat mengeluarkan produk asuransi yang menawarkan imbal hasil (return) tinggi kepada nasabah.
Hal inilah yang membuat Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas beberapa waktu terakhir sehingga terpaksa menunda pembayaran klaim kepada nasabahnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)