Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea terpantau melemah 0,23 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,18 persen. Diikuti, dolar Singapura yang melemah 0,09 persen.
Selanjutnya, lira Turki dan dolar Hong Kong juga melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,03 persen. Penguatan hanya terjadi pada baht Thailand sebesar 0,13 persen. Sementara, yen Jepang berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ariston memprediksi bahwa rupiah akan kembali menguat karena sentimen positif dari tercapainya kesepakatan dagang AS dan China pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, dikabarkan sinyal kesepakatan dagang sudah dilakukan oleh pihak AS dan China pada Jumat (13/12) malam. Kedua negara disebut dalam proses untuk membuat draf perjanjian.
"Sentimen ini positif untuk penguatan rupiah hari ini, karena kekhawatiran mengenai negosiasi dagang bisa mereda," ungkap Ariston.
Lebih lanjut ia berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.030 per dolar AS hari ini. (ara/bir)