Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik sebesar 1,6 persen atau US$1,02 per barel ke level US$65,22 per barel. Kemudian, harga minyak WTI melesat 1,5 persen atau US$0,89 per barel menjadi US$60,07 per barel.
Kesepakatan perang dagang antara AS dan China disambut positif oleh pasar. Pemerintah AS berkomitmen untuk mengurangi beberapa tarif bea impor terhadap produk China. Sebagai gantinya, China akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan dari AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Sementara, pejabat China tak memberikan pernyataan terkait jumlah produk pertanian yang akan dibeli dari AS.
"Sepertinya Presiden AS Donald Trump mendapatkan kesepakatan perdagangan tepat waktu untuk Natal," ucap Analis Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Senin (16/12).
Sebagai informasi, harga minyak bertengger di teritori positif pada perdagangan sebelumnya, yakni Kamis (12/12). Tercatat, harga minyak Brent naik sebesar US$0,48 per barel ke level US$64,2 per barel dan WTI meningkat US$0,42 per barel menjadi US$59,18 per barel. (aud/bir)