Ia menegaskan seluruh informasi yang ditulis akun Twitter @digeeembok tersebut tidak lah benar. Ia bahkan menuding balik upaya segelintir orang untuk menjatuhkan nama Garuda Indonesia, termasuk Sekarga.
"Saya tegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar. Saya berani menantang siapa pun kalau benar mereka ada bukti, yuk sama-sama melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," imbuh Tommy kepada CNNIndonesia.com, akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Menurut akun tersebut, harga pesawat tersebut dibeli Garuda Indonesia US$214 juta per unit. Garuda sendiri memesan enam unit yang berarti perusahaan menggelontorkan dana sebesar US$1,2 miliar.
"Padahal, pada 2003, harga Airbus A330-300 adalah US$140 juta," tulis pemilik akun @digeeembok.
"Saya harap tidak mempercayai situs tersebut (akun twitter @digeeembok)," tutur Tommy.
CNNIndonesia.com juga berusaha mengkonfirmasi tudingan ini kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal dan Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan, namun keduanya belum merespons. (aud/bir)