Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan upah riil buruh menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh. Ini artinya, ada penurunan pendapatan yang bisa mempengaruhi daya beli buruh.
Sementara, upah nominal harian buruh tani nasional per November 2019 meningkat 0,25 persen secara bulanan. Tercatat, rata-rata buruh tani mendapatkan upah sebesar Rp54.515 per hari pada Oktober 2019 dan November 2019 naik menjadi Rp54.650 per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, rata-rata upah nominal buruh potong rambut perempuan per November 2019 sebesar Rp28.415 per kepala. Angka itu sama persis dengan bulan sebelumnya.
Kemudian, pembantu rumah tangga mendapatkan upah nominal rata-rata Rp418.795 per bulan. Jumlah upah tersebut hanya meningkat tipis 0,28 persen dari sebelumnya sebesar Rp417.626 per bulan.
Informasi saja, upah nominal buruh adalah rata-rata upah harian yang diterima sebagai balas jasa dari pekerjaan yang telah dilakukan. Kemudian, upah riil buruh tani merupakan perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan, sedangkan upah riil tukang bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)