Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan defisit US$1,33 miliar. Posisi ini berbanding terbalik dari bulan sebelumnya yang surplus sebesar US$161 juta.
"Neraca perdagangan Indonesia rilis di bawah ekspektasi dengan defisit US$1,33 miliar," kata Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dalam risetnya Selasa(17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Akan Rombak Direksi PT KAI |
"Dari dalam negeri rilis neraca dagang lebih buruk daripada ekspektasi," katanya.
IHSG terpantau bergerak perkasa pada perdagangan Senin(16/12). Indeks ditutup di level 6.211 naik 14,27 poin atau 0,23 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,36 persen ke posisi 28.235, S&P 500 bertambah 0,71 persen ke level 3.191, dan Nasdaq Composite menguat 0,91 persen menjadi 8.814.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)