"Saat ini kan lebih dari US$75 dolar dikenakan tarif, sedangkan ke bawah tidak. Nah, mungkin kami akan revisi karena aturan itu mengganggu produk dalam negeri. Jadi, nggak US$75 lagi, tapi di bawah itu," ujarnya Senin (16/12).
Lebih lanjut ia menuturkan akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk merevisi kebijakan baru, utamanya yang membatasi barang impor e-commerce. Mengingat, barang yang diimpor lewat e-commerce merupakan barang konsumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketentuan mengenai impor barang kiriman telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2018. Disebutkan dalam pasal 13 ayat 1a bahwa diberlakukan pembebasan bea masuk terhadap produk impor yang tidak melebihi FOB US$75.
[Gambas:Video CNN] (wel/bir)