Nur bercerita pembukaan rekening baru harus dilakukannya karena ia kehilangan kartu ATM dan buku rekening BNI Syariah. Kehilangan terjadi ketika ia berada dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Auckland, Selandia Baru pada Juni 2019 lalu.
Setelah sadar kartu ATM dan buku rekening BNI Syariah miliknya hilang, Nur langsung menghubungi pihak BNI Syariah untuk memblokir akun rekeningnya. Namun, ia tak mengurusnya lebih lanjut hingga enam bulan kemudian karena harus menetap sementara di Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya harus menutupnya dan buat rekening baru. Dua setengah jam selanjutnya saya gunakan mengurus surat keterangan hilang di kantor kepolisian, dan sekitar pukul 14.00 WIB saya kembali menemui RM," papar dia.
Pembukaan rekening awalnya berjalan lancar. Namun, ia tidak diizinkan memiliki kartu ATM dan mengunduh mobile banking. Ia pun protes dengan kebijakan BNI Syariah.
"Saya meminta dipertemukan dengan pimpinan yang RM maksud, lima menit kemudian kepala customer service berjilbab berinisial IK menemui saya, tapi hasilnya nihil," jelas Nur.
Nur tetap tak diberikan kartu ATM. BNI Syariah hanya mengizinkan penyandang disabilitas melakukan transaksi secara manual melalui teller bank.
Tak hilang akal, Nur berusaha melakukan negosiasi dengan menunjukkan kartu ATM yang ia pakai saat menetap di Selandia Baru. Ia juga menegaskan bahwa dirinya mampu bertanggung jawab dengan akun miliknya.
[Gambas:Video CNN]
"Tetapi jawaban mereka tetap sama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan standar layanan bagi nasabah difabel yang isinya tidak ada aturan seperti itu," kata Nur kepada petugas kantor cabang BNI Syariah.
Namun, pegawai berinisial IK itu hanya menjawab "Maaf sekali, pak. Hal tersebut belum sampai ke kami," kata Nur, menirukan pernyataan IK.
Ia mengaku sudah menghubungi call center bank BNI Syariah. Sayang, hasilnya lagi-lagi nihil.
Ketika dikonfirmasi mengenai pengakuan Nur tersebut, Sekretaris Perusahaan Rima Dwi Permatasari menyatakan akan mengecek kantor cabang di Makassar terlebih dahulu.
"Kami cross check dahulu dengan cabang terkait ya," pungkas dia.
"Kami cross check dahulu dengan cabang terkait ya," pungkas dia.
(aud/agt)