Antam menjadi salah satu perusahaan asal Indonesia yang mendapat penganugerahan ASEAN Mineral Award 2019. Atas pencapaiannya, Antam meraih juara 1 Best Practices in Sustainable Mineral Development kategori Metallic Minerals Distribution.
Direktur Utama PT Antam Arie Ariotedjo mengapresiasi capaian yang diperoleh atas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Menteri Perindustrian Thailand Suriya Jungrungreangkit mengapresiasi 16 perusahaan di ASEAN yang telah mencatatkan implementasi yang 'outstanding' serta mempromosikan keberlanjutan pengembangan komoditas mineral di ASEAN.
Ekonomi Rendah Karbon
Tak hanya itu, Suriya juga menyoroti transisi menuju ekonomi rendah karbon dan Industri 4.0 sebagai dua tren besar yang akan memengaruhi sektor mineral secara signifikan dalam hal keberlanjutan serta pasokan dan permintaan pasar.
"Pergerakan menuju ekonomi rendah karbon, terutama meningkatnya penggunaan energi yang efisien dan terbarukan seperti penyimpanan energi dan kendaraan listrik, teknologi tinggi, dan otomatisasi pintar akan secara drastis mengubah pola pasar mineral," ungkapnya dilansir dari asean.org.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sektor mineral ASEAN untuk secara aktif menanggapi tantangan baru, terutama melalui pengembangan Rencana Aksi Kerja Sama Mineral ASEAN (AMCAP) tahap 2 pada tahun 2021-2025.
Sebagai informasi, selain Antam, perusahaan asal Indonesia lain yang menyabet penghargaan adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk kategori Mineral Mining - Non Metallic, PT Vale Indonesia Tbk untuk kategori Mineral Processing - Metallic, PT Sibelco Lautan Minerals kategori Mineral Processing - Non Metallic, dan PT J Resources Bolaang Mongondow kategori Mineral Mining - Metallic. (fef)