Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent menguat sebesar 1,2 persen atau 76 sen ke level US$66,1 per barel. Begitu juga dengan harga minyak WTI yang naik 1,2 persen atau 73 sen ke level US$60,94 per barel.
Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan proses perjanjian perdagangan antara AS dan China fase pertama sudah selesai. Ia memproyeksi ekspor AS ke China akan melonjak pasca kesepakatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati ketegangan diprediksi tetap ada, tetapi sejumlah bank termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs merevisi perkiraan harga minyak 2020 setelah kesepakatan damai dagang AS dan China.
Revisi itu juga dilakukan pasca Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya memangkas lebih banyak jumlah produksi minyak 500 ribu barel per hari pada awal 2020 mendatang. Nantinya, total penurunan minyak menjadi 1,7 juta barel per hari dari sebelumnya sebesar 1,2 juta barel per hari.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, harga minyak terpantau bergerak di zona hijau sejak akhir pekan lalu. Pada Jumat (13/12), harga minyak Brent naik 1,6 persen atau US$1,02 per barel ke level US$65,22 per barel dan WTI menguat 1,5 persen atau US$0,89 per barel menjadi US$60,07 per barel.
Kemudian, harga minyak Brent pada Senin (16/12) lalu naik sebesar 0,2 persen atau 12 sen ke level US$65,34 per barel dan WTI menguat 0,2 persen ke level US$60,21 per barel.