Mengutip keterbukaan informasi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ada tiga opsi pendanaan yang akan dilakukan. Pertama, Garuda Indonesia berencana merilis global sukuk dengan nilai US$750 juta yang dijadwalkan jatuh tempo pada 2024 mendatang.
Kemudian, perusahaan akan membayarkan kupon kepada investor tiap enam bulan sekali. Hanya saja, tingkat kupon masih dalam proses negosiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan keuangan 2018, perusahaan memiliki utang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar US$1,63 juta. Sedangkan utang jatuh tempo di atas satu tahun senilai US$77 juta.
Manajemen memastikan penghimpunan dana akan memperpanjang profil jatuh tempo utang perusahaan.
"Nilai obligasi yang akan diterbitkan tidak boleh ngomong, size belum tahu berapa. Kisaran belum bisa ngomong karena ada beberapa alternatif. Mungkin akhir tahun ini baru kelihatan struktur seperti apa," ungkap Fuad.
Diketahui, Garuda Indonesia memiliki utang jatuh tempo dari sukuk global sebesar US$500 juta pada tahun depan. Surat utang itu dirilis perusahaan pada 2015 lalu.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)