KAI Ramal Penumpang Kereta Tembus 5,9 Juta Saat Libur Natal

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 15:52 WIB
KAI Ramal Penumpang Kereta Tembus 5,9 Juta Saat Libur Natal KAI memperkirakan penumpang musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan naik jadi 5,9 juta orang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memprediksi volume penumpang pada musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan mencapai 5,9 juta orang. Volume penumpang naik 4 persen dari periode tahun lalu yang sebanyak 5,6 juta orang.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan guna mengantisipasi kenaikan itu pihaknya akan menjalankan 374 kereta reguler dan 30 kereta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sementara itu, total perjalanan kereta naik 2 persen dari 394 perjalanan tahun lalu menjadi 404 perjalanan.

"KAI mulai hari ini setelah apel siaga, kami langsung melakukan posko. Jadi direksi maupun komisaris semua nantinya akan berada di lintas untuk memastikan jalannya kereta lancar," ujarnya, Kamis (19/12).


Masa angkutan Nataru 2019 sendiri ditetapkan selama 18 hari, mulai dari Kamis (19/12) hingga Senin (5/11). Sebagai antisipasi datangnya musim hujan pada periode libur Nataru, maka KAI menyiapkan tambahan petugas.

Rinciannya, 477 petugas pemeriksa jalur, 908 petugas penjaga pintu perlintasan, dan 355 petugas posko daerah rawan. Secara total, terdapat 1.740 petugas bersiaga untuk mengamankan perjalanan kereta.

Edi menuturkan datangnya musim hujan membuat beberapa titik rawan longsor, banjir, dan ambles. Terutama, lanjut dia, adalah jalur selatan seperti Sukabumi lantaran terdapat banyak tebing pada jalur tersebut.

"Kami lakukan antisipasi dengan menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), kami letakkan di titik yang sudah diamati oleh teman-teman dimana ini memungkinkan sekali terjadi longsor, banjir, dan ambles," paparnya.

[Gambas:Video CNN]
Dari segi keamanan, ia menyatakan KAI telah menyiagakan 11.191 personel keamanan yang terdiri dari 1.480 personel Polsuska, 8.761 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 950 personel. Personel keamanan tersebut akan mengamankan dalam kereta, stasiun, maupun melakukan patroli di jalur kereta dan objek penting lainnya seperti dipo lokomotif.

"Seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan," ungkapnya.

Tiket Terjual 61 Persen

KAI mencatat sebanyak 61 persen tiket yang tersedia atau setara 3,59 juta tempat duduk telah terjual per Kamis (19/12). Edi mengatakan mayoritas tiket terjual adalah rute Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Paling banyak terjual ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Solo, Yogyakarta, Madiun, Kutoarjo, dan Purwokerto juga banyak," ujarnya.

Ketika ditanya terkait tambahan tempat duduk, Edi hanya menjawab KAI telah menyediakan tambahan tempat duduk 4 persen dari 5,6 juta menjadi 5,9 juta.



(ulf/agt)