"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18-19 Desember 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 5 persen," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/12).
Perry mengatakan keputusan ini dipengaruhi oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen pada tahun ini. Proyeksi ini terpengaruh hubungan dagang Amerika Serikat dan China yang membaik dengan kesepakatan yang baru saja terjadi pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, aturan omnibus law yang sedang digodok pemerintah akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Aturan itu akan mempengaruhi iklim investasi di dalam negeri.
"Kemudian konsumsi juga masih bagus. Investasi juga akan bagus. Itu yang akan dorong pertumbuhan ekonomi," tutur Perry.
Ketiga, cadangan devisa tercatat sebesar US$126,6 miliar. Jumlah ini setara pembiayaan 7,5 bulan impor dan di atas kecukupan internasional. Keempat, nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar sekitar 2 persen sejak awal tahun.
"Penguatan rupiah didukung oleh pasokan valuta asing dan aliran modal asing yang relatif besar sejalan dengan prospek ekonomi yang terjaga," ungkapnya.
Kelima, inflasi juga dinilai masih stabil. Perkiraannya, inflasi berada di bawah titik tengah target sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen pada 2019.
[Gambas:Video CNN]