"Persentasenya dari Pertamina itu turun sekitar 2,3% dibandingkan dengan 2018. Namun data posko, jika dibandingkan dengan normal, sejak H-5 itu terjadi kenaikan sekitar 58%," kata Fanshurullah saat jumpa pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12).
Dia menilai kenaikan itu bisa diartikan warga banyak yang berlibur menggunakan pesawat. Walaupun demikian, ada beberapa daerah yang kritis avtur, seperti daerah Manokwari dan Bitung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk daerah Manokwari dan Merauke, ia mengatakan permasalahan yang terjadi adalah permasalahan logistik, sedangkan untuk stok BBM dan avtur mencukupi.
Untuk mengantisipasi kelangkaan di masa Nataru, kini ada tiga pesawat yang membawa BBM sebanyak 16 KL setiap harinya selama Natal dan Tahun Baru. (asa)