Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua yang dilansir dari AFP, Selasa (24/12), suntikan dana itu akan diberikan melalui pemangkasan giro wajib minimum perbankan. Dengan pemangkasan tersebut bank akan memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan sebagai pinjaman.
Pernyataan itu disampaikan Li saat mengunjungi sebuah bank di Chengdu, provinsi Sichuan, China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlambatan itu tak lepas dari berlarutnya perang dagang dengan AS dan melemahnya permintaan global.
Bulan ini, China-AS telah menyetujui kesepakatan perdagangan mini yang meredakan tensi perdagangan kedua negara. Kesepakatan tersebut diharapkan bisa membantu mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu.
[Gambas:Video CNN]
Pada awal pekan ini, pemerintah China menyatakan bakal memangkas tarif impor untuk 850 produk mulai Januari 2020, beberapa di antaranya babi, keju, farmasi, dan komponen telepon pintar.
Sejumlah analis memperkirakan pemerintah China akan berupaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun depan. Hal itu salah satunya dilakukan dengan relaksasi moneter secara moderat.
Pada Oktober lalu, bank sentral China telah memangkas giro wajib minimum perbankan. Kebijakan itu menyuntikkan dana sebesar US$126 miliar ke perbankan untuk mendorong kredit usaha kecil dan menengah.