Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto merincikan mayoritas pembiayaan disalurkan melalui FLPP yaitu sebesar Rp7,6 triliun. Dana subsidi itu digunakan untuk membiayai 77.763 unit perumahan dari target 68.858 unit di 2019.
"Jadi realisasi FLPP lebih besar dari target yang dicanangkan pemerintah," katanya, Kamis (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain FLPP, pemerintah mencatat penyaluran subsidi melalui skema SSB sebesar Rp3,1 triliun untuk membiayai 99.907 unit dari target 100 ribu unit. Sementara itu, penyaluran subsidi lewat skema SBUM tembus Rp690 miliar untuk membiayai 161.747 unit dari target 237 ribu unit.
Ia bilang target pembiayaan melalui SSB dan SBUM tak bisa mencapai 100 persen karena banyak yang tidak lolos persyaratan.
Tahun depan, pemerintah menyiapkan subsidi SSB sebesar Rp3,8 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran akad tahun sebelumnya dan SBUM senilai Rp600 miliar untuk memfasilitasi 150 ribu unit rumah.
Terakhir, pemerintah berhasil menyalurkan subsidi lewat skema BP2BT senilai Rp205,74 miliar untuk membiayai 5.178 unit. Tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp13,4 miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah lewat skema BP2BT.
Kementerian PUPR mencatat 10 provinsi dengan realisasi pembiayaan perumahan terbesar meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan,dan Kalimantan Barat.
[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)