"Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang serta Japan International Cooperation Agency (JICA) juga mendukung konstruksi MRT Jakarta Fase III dan tertarik untuk mendukung MRT Jakarta koridor timur barat," kata Akaba dalam keterangan resmi dikutip Jumat (27/12).
Sementara itu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan perkembangan MRT Fase 2 sudah memasuki proses lelang kontraktor konstruksi. Pembangunan MRT fase 2 sendiri diprediksi menelan biaya hingga Rp22,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi yang lebih mahal tersebut terjadi karena seluruh jalur MRT Fase II kemungkinan akan dibangun di bawah tanah.
Selain itu, MRT Fase II juga akan meliputi pembangunan tujuh stasiun di antaranya Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga Kota Tua. Pembangunan MRT fase kedua juga akan menyertakan pembangunan depo untuk parkir kereta. Pembangunan MRT Jakarta Fase II ditargetkan selesai pada 2023 mendatang.
Sebelumnya, JICA telah menyatakan kesanggupannya mendanai kembali MRT Fase II. Akan tetapi, lembaga pembiayaan asal Jepang itu belum menyatakan besaran pinjaman yang akan diberikan untuk mendanai proyek MRT Fase II.
"Sampai sekarang masih belum fix totalnya berapa karena masih dalam tahap evaluasi," kata Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia Shinichi Yamanaka pada April lalu.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)