Analis Artha Sekuritas Nogroho Fitriyanto mengatakan indeks saham akan ditopang sentimen window dressing. Ini merupakan strategi perusahaan dan manajer investasi untuk mempercantik tampilan portofolio atau performa laporan keuangannya untuk menarik investor.
"Namun, penguatan indeks diproyeksi terbatas lantaran IHSG telah naik cukup tinggi pada Desember," kata Nogroho dikutip dari risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Investor terus meningkatkan risikonya pada bursa saham setelah melihat AS-China mengumumkan kesepakatan dagang fase pertama," tuturnya.
Ia memperkirakan indeks bergerak di rentang support 6.293-6.306 dan resistance 6.329-6.339.
"Kami perkirakan IHSG bergerak konsolidasi di akhir perdagangan 2019," terang dia.
Lihat juga:Daftar Tarif yang Bakal Naik pada 2020 |
"Ini menandakan pergerakan akan lebih terbatas sebelum adanya koreksi jangka pendek," imbuhnya.
IHSG menghijau ke posisi 6.329 pada akhir pekan. Indeks saham ditutup menguat tipis 9,87 poin atau 0,15 persen pada perdagangan Jumat (27/12). Dalam sepekan, indeks saham berhasil menguat 0,72 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street bergerak variatif. Indeks Dow Jones naik 0,08 persen ke posisi 28.645, S&P 500 stagnan di posisi 3.240, dan Nasdaq Composite melemah 0,17 persen menjadi 9.006.