Total dana yang berhasil dihimpun dari hajatan IPO menembus Rp14,78 triliun. Namun demikian, capaian maupun penghimpunan dana lewat IPO tahun ini turun dibandingkan tahun lalu.
Pasalnya, pada tahun lalu total perusahaan yang melakukan IPO sebanyak 57. Dana segar yang diperoleh dari IPO sepanjang 2018 senilai Rp15,67 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan IPO kita yang tertinggi dalam lima tahun ini menempati urutan yang pertama di antara negara tetangga," ucapnya.
Selain pencatatan efek saham, bursa juga merekam terdapat 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragunan Aset (EBA), 2 obligasi korporasi, 2 Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Real Estate (DIRE), sehingga total pencatatan efek sebanyak 76 pencatatan. Jumlah itu melebihi target bursa yakni 75 pencatatan efek.
[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, tahun depan Inarno mematok target konservatif yaitu 78 pencatatan efek.
"Tahun depan, kami harapkan ada kenaikan tapi cukup konservatif. Kami tidak pernah targetkan raihan dana," katanya.
Untuk diketahui, dari total 55 perusahaan baru di 2019, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk merupakan emiten dengan raihan dana terbesar yakni Rp4,77 triliun. Emiten dengan kode saham LIFE itu resmi tercatat pada 9 Juli 2019 dengan melepas 393,75 juta saham setara 37,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga IPO ditetapkan sebesar Rp12.100 per saham.