Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.945 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Jumat (27/12), yakni Rp13.956 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, baht Thailand menguat 0,48 persen, won Korea 0,44 persen, ringgit Malaysia 0,43 persen, dan yen Jepang menguat 0,25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen optimisme pasar atas perkembangan kesepakatan dagang antara AS dan China.
"Pasar optimistis apabila kesepakatan tahap satu bisa ditandatangani, maka peluang besar fase tahap dua akan kembali ditandatangani. Kalau itu terjadi, perang dagang akan berakhir, dan pertumbuhan ekonomi global diharapkan bisa bangkit di tahun depan," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (30/12).
"Stabilnya perekonomian dalam negeri berimbas positif setelah adanya damai dagang berakhir sehingga mata uang garuda kembali menguat dalam penutupan pasar sore ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.890 hingga Rp13.960 pada perdagangan Selasa (31/12) besok.
[Gambas:Video CNN]
(ara/agt)