Kerugian tersebut dibuat dengan memperhitungkan jumlah toko ritel terdata yang tutup akibat banjir. Selain itu, perhitungan juga dibuat dengan melihat jumlah penduduk terdampak banjir dan pengeluaran mereka pada setiap tahun baru.
Ia mengatakan data yang masuk ke organisasinya, jumlah toko ritel yang terkena dampak banjir dan harus tutup operasi mencapai 300 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan kerugian tersebut masih bisa bertambah. Pasalnya sampai saat ini banjir masih menggenangi sejumlah wilayah.
[Gambas:Video CNN]
Agar masalah tersebut tidak terjadi lagi, ia meminta kepada pemerintah untuk segera berbenah. Banjir melanda sejumlah kawasan di Jabodetabek pada awal 2020 ini.
Presiden Joko Widodo menyebut banjir disebabkan oleh kerusakan ekosistem dan ekologi. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir di wilayah Jabodetabek telah mengakibatkan 62 ribu orang mengungsi. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding data Rabu (1/1) malam yang masih 31.232 orang.
Roy mengatakan untuk membantu pengungsi tersebut, beberapa anggotanya berinisiatif memberikan bantuan berbentuk selimut maupun makanan kepada pengungsi.