Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.895 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Selasa (31/12), yakni Rp13.901 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.879 hingga Rp13.902 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,30 persen, dolar Taiwan 0,29 persen, dan lira Turki melemah sebesar 0,18 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Awali 2020, IHSG Melemah ke 6.283 |
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen banjir yang kini melanda kawasan Jabodetabek.
Menurut Ibrahim, banjir memiliki dampak terhadap keaktifan pelaku pasar.
Kendati demikian, Ibrahim menyebutkan terdapat sentimen positif yang datang dari sisi eksternal dan internal. Dari sisi internal, rupiah mendapatkan sentimen positif dari inflasi yang terkendali.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi di 2019 hanya 2,72 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak tahun 1999.
"Namun inflasi tersebut tidak serta-merta membawa mata uang garuda kembali menguat," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Dari sisi eksternal, Ibrahim menyebutkan optimisme pasar atas kesepakatan dagang antara AS dan China.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (31/1), bahwa fase pertama dari kesepakatan perdagangan AS dengan China akan ditandatangani pada 15 Januari 2020 di Gedung Putih.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.863 hingga Rp13.910 per dolar AS pada perdagangan Jumat (3/1) besok.