Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.899 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (2/12), yakni Rp13.895 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,76 persen, peso Filipina 0,71 persen, dan rupee India 0,50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asing Borong Saham, IHSG Menguat ke 6.323 |
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen serangan AS kepada Iran.
Sebelumnya, serangan pasukan AS ke Irak mengakibatkan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis terbunuh.
Menurut Ibrahim, saat ini Indonesia merupakan negara net importir minyak dikawasan Asia Tenggara. Sehingga menurutnya, hal tersebut akan memberi tekanan terhadap mata uang garuda. Pasalnya, saat harga minyak naik, biaya impor komoditas akan ikut melejit.
"Ketika semakin banyak devisa yang 'dibakar' untuk impor minyak, rupiah akan menjadi korban," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.895 hingga Rp13.980 per dolar AS pada perdagangan pekan depan.
[Gambas:Video CNN] (ara/lav/sfr)