"Tanggal 30 Desember kemarin kami sudah menangkap 3 kapal. Sekarang sudah ada di Pontianak," tutur Edhy di Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (6/1).
Edhy bercerita bahwa Anak Buah Kapal (RI) yang mengamankan kapal asing Vietnam itu sempat terlibat perlawanan sengit. Karenanya, ia akan mengunjungi dan menyambut ABK RI tersebut pada Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Edhy belum merinci rencana pemerintah menanggapi memanasnya konflik Natuna. "Jangan bicara detail dulu. Ini hubungannya dengan keamanan dan kedaulatan negara. Yang penting, kita tetap cool, tidak terpancing," papar dia.
"Jangan terpancing, jangan terprovokasi. Kita harus cool (tenang) sikapi ini. Yang jelas, kedaulatan di atas segala-galanya. Yang penting, kita semua kompak di seluruh kementerian dan lembaga," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah kapal nelayan China dengan dikawal kapal Coast Guard China didapati telah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Mereka berdalih, wilayah ini merupakan bagian dari area tangkapan ikan tradisional China.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)