Sekretaris Jenderan Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengungkap target lebih rendah tersebut karena kementerian lebih realistis mematok target pertumbuhan industri tahun ini.
"Ya lebih realistis. Tahun lalu itu kan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang perhitungannya tidak jangka pendek. Tapi kan ada perubahan yang drastis, sehingga kami kalkulasi lagi," ungkap Sigit seperti dikutip dari Antara, Senin (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada asumsi high scenario, yakni 5,3 persen bisa tercapai jika daya saing nasional meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas sektoral dan efisiensi investasi sehingga ada jaminan bahan baku. Serapan teknologi, kondusivitas, iklim usaha serta inovasi produk mengikuti tren preferensi konsumen global," ujar Agus Gumiwang.
Sedangkan, pada asumsi low scenario, pertumbuhan industri ditargetkan mencapai 4,89 persen. Menurut Agus, target low scenario ini jika Indonesia tidak dapat menghadapi tantangan global dan tantangan domestik.
Dengan target tersebut, Agus memproyeksi kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Non Migas terhadap PDB nasional yakni sebesar 17,80 persen hingga 17,95 persen.
[Gambas:Video CNN] (antara/age)