Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas tentang 'Ketersediaan Gas untuk Industri', di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1).
"Itu dikaji sampai bulan Maret. Sampai Maret diputuskan, sebetulnya Perpres sudah diputuskan," kata Airlangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin menyatakan porsi pemerintah US$2,2 per MMBTU memang dinilai memberikan beban tersendiri terhadap komponen harga gas. Menurutnya, dalam waktu tiga bulan ini pihaknya akan memutuskan opsi untuk menurunkan harga gas.
"Kan porsi pemerintah itu ada fiskal, yang digunakan terhadap komoditi gas. Jumlahnya kan US$2,2 (per MMBTU). Ini dianggap memberikan beban tersendiri terhadap komponen harga gas," ujarnya.
Pramono mengatakan Jokowi sudah menyampaikan tiga opsi kepada para jajarannya. Saat ini, kata Pramono, pemerintah akan fokus untuk menurunkan harga menjadi US$6 per MMBTU pada kuartal I 2020.
"Maka sekarang konsentrasinya adalah bagaimana bisa diturunkan menjadi US$6 per MMBTU pada kuartal I 2020," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/age)