Peningkatan ketegangan terjadi setelah AS membunuh jenderal top Iran Qasem Soleimani pekan lalu. Chevron, perusahaan minyak nomor 2 Amerika melalui pernyataan mengatakan evakuasi dilakukan demi menjaga keselamatan pegawai.
"Keselamatan orang-orang dan fasilitas kami adalah prioritas utama Chevron secara global," kata Chevron seperti dikutip dari kepada CNN, Selasa (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan tersebut dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump. Soleimani selama ini dipandang sebagai orang paling kuat kedua di Iran. Tak heran pembunuhannya menciptakan ketegangan paling dramatis antara Washington dan Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai pembunuhan terjadi bersumpah akan membalas dendam kepada AS.
[Gambas:Video CNN]
"Balas dendam yang besar akan dikenakan terhadap para kriminal yang melumuri tangan-tangan bodoh mereka dengan darahnya (Soleimani). Insya Allah, pengabdian dan jasanya tidak akan berhenti," kata Khamenei melalui kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu.
Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang 52 basis Iran termasuk situs budaya jika Teheran berani menyerang balik aset-aset dan warga Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan atas kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani.
"Biarkan (pembunuhan Soleimani) dijadikan peringatan jika Iran berani menyerang warga atau aset Amerika, kami akan menargetkan 52 situs Iran," kata Trump melalui kicauan di Twitter pada Minggu (5/1).