"Kalau berbicara persoalan Natuna dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Investasi adalah investasi, hubungan bisnis antara kedua belah pihak. Sementara kalau Natuna adalah urusan kedaulatan," kata Bahlil dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Selasa (7/1).
Menurut dia, penyelesaian persoalan Natuna dilakukan melalui hubungan diplomasi yang baik sehingga akan mendukung investasi investasi di kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama yang terkait teritorial negara di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
"Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada awal pekan ini.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)