Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah sebesar 0,96 persen, ringgit Malaysia 0,51 persen, dolar Singapura 0,16 persen, dan lira Turki 0,16 persen.
Sementara, penguatan terhadap dolar AS terjadi pada yen Jepang sebesar 0,60 persen, baht Thailand 0,08 persen, dan dolar Hong Kong 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ariston, serangan balasan ini bisa memicu aksi saling membalas, dan dapat berujung perang di Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi perekonomian secara global.
"Sentimen hindar resiko akan membayangi perdagangan di pasar keuangan hari ini, termasuk rupiah. Rupiah bisa melemah hari ini, mungkin bisa ke atas Rp14 ribu per dolar AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/1).
[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, Ariston mengatakan harga minyak mentah yang turut naik, juga berpotensi membebani rupiah karena CAD Indonesia yang memburuk.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.050 per dolar AS pada hari ini.