Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki menjelaskan tingginya permintaan uang kartal tersebut tercermin dari data tingkat ketergantungan terhadap order pencetakan uang BI pada 2019.
"Tingkat ketergantungan terhadap order pencetakan uang rupiah dari Bank Indonesia (BI) masih berkontribusi sebesar 60 hingga 70 persen," kata Fajar di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil riset masih tumbuh (uang kartal) antara 2 hingga 3 persen atas kebutuhan uang kertas dan logam," paparnya.
Menurut Fajar, pertumbuhan kebutuhan uang kartal domestik didorong oleh pertumbuhan teknologi yang masih berpusat di perkotaan besar saja.
Kendati demikian, Fajar tidak menampik pihaknya juga lama kelamaan akan ikut beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pasalnya, di luar kebutuhan akan uang, ia menilai bisnis lain terkait dengan bisnis percetakan dan sertifikasi yang kian menurun akibat munculnya komputerisasi yang menggantikan kertas fisik.
Contohnya, adalah layanan yang diberikan Peruri untuk ujian seleksi STAN. Dengan majunya teknologi, tes dengan menggunakan kertas beralih menjadi komputer. Perubahan ini membuat pundi-pundi penghasilan Peruri lama-kelamaan berkurang.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)