Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.934 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Selasa (7/1), yakni Rp13.919 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,38 persen, ringgit Malaysia 0,21 persen, dan rupee India melemah 0,10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah sore ini disebabkan oleh sentimen serangan balik Iran kepada basis AS di Turki.
Iran menembakkan serangkaian roket ke dua pangkalan udara AS-Irak sebagai balasan pertamanya terhadap pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan udara AS minggu lalu.
"Kekhawatiran pasar atas situasi di Timur Tengah meningkat akibat ekskalasi konflik tersebut, sehingga rupiah kembali melemah," kata Ibrahim saat dihubungi CNNindonesia.com, Rabu (8/1).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak di Baghdad dan menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani pada pekan lalu. Para pemimpin Iran kemudian berjanji untuk membalas pembunuhan tersebut.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.865 hingga Rp13.960 pada perdagangan Kamis (9/1) esok.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)