"Konflik AS dan Iran ini hanya memperparah pertumbuhan ekonomi global karena sampai sekarang juga belum stabil," ucap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kamis (9/1).
Sebelum konflik AS dan Iran semakin memanas seperti sekarang, sambung dia, ekonomi dunia sudah diselimuti berbagai sentimen negatif, seperti belum selesainya perang dagang AS dan China dan kericuhan di Bolivia. "Lalu, diperparah lagi dengan Iran dan AS," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, hubungan Iran dan AS memanas setelah Iran mengirimkan rudal ke pasukan AS yang ada di pangkalan militer Irak pada Selasa (7/1) malam. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan rudal balistik ini sebagai tindakan proporsional dalam membela diri.
Kematian Soleimani telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Belum diketahui apakah ada korban dalam serangan rudal yang menghantam dua pangkalan AS di Irak itu.
Seorang pejabat AS mengatakan jika ada, kemungkinan korban akan sangat sedikit. Pejabat itu mengatakan ada 15 rudal yang ditembakkan.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)