"Kami belum memutuskan angkanya, kami baru mendiskusikannya, potensi-potensinya," imbuh Masayoshi usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/1).
Masayoshi menegaskan dalam pertemuan dengan Jokowi, pihaknya tak mendiskusikan nilai penanaman modal untuk pembangunan ibu kota baru. Ia mengaku baru terbatas tertarik dengan konsep kota pintar ibu kota baru tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengklaim Softbank, raksasa telekomunikasi dan media Jepang, akan menjadi salah satu investor pembangunan ibu kota baru.
Tak tanggung-tanggung, investasi yang ingin ditanamkan sebesar US$100 miliar atau Rp1.400 triliun (setara Rp14 ribu per dolar AS).
Dengan dana sebesar itu, Luhut bilang mencukupi pendanaan ibu kota baru hingga 5 tahun ke depan.
"Beliau (Masayoshi Son) terus mau investasi. Untuk saya ya, too good to be true. Tetapi, semua sudah jalan dan kami lihat tim sudah bekerja. Saya katakan ke dia minta US$25 miliar saja," tandas Luhut.
[Gambas:Video CNN] (fra/bir)