Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.812 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Kamis (9/1), yakni Rp13.860 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia menguat 0,26 persen, peso Filipina 0,24 persen, dan baht Thailand 0,14 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Tutup Pekan di Teritori Positif 6.275 |
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah sore ini disebabkan oleh sentimen positif dari membaiknya perekonomian global.
Diketahui, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2020 hingga mencapai 3 sampai 3,1persen. Angka tersebut meningkat dari perkiraan sebelumnya, sebesar 2,9 persen.
Di sisi lain, Ibrahim juga menilai sentimen positif datang dari prospek perang di Timur Tengah yang surut, ketika AS dan Iran mundur dari konfrontasi berkelanjutan.
Menurut Ibrahim, gejolak geopolitik tersebut akan memberikan pengaruh dalam jangka pendek, karena kini pasar lebih menunggu penandatanganan negosiasi perdagangan fase pertama antara AS dan China.
"Yang sedang ditunggu-tunggu pelaku pasar adalah negosiasi perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dengan China yang akan diteken dalam waktu dekat ini," jelasnya.
Lebih lanjut Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.725 hingga Rp13.790 pada perdagangan pekan depan.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)