"Kami akan berkonsultasi dengan bapak Menhan Prabowo dan Menkopolhukam Mahfud MD terkait upaya-upaya penyelesaian Asabri," imbuh Arya, seperti dilansir Antara, Senin (13/1) malam.
Menurut Arya, Kementerian BUMN memiliki beberapa rencana penyelesaian Asabri. Namun, upaya itu akan diajukan terlebih dahulu kepada Prabowo dan Mahfud MD. Harap maklum, Asabri merupakan perusahaan asuransi sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk anggota TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan dan Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengaku akan memanggil jajaran direksi Asabri untuk mengidentifikasi lebih lanjut persoalan di Asabri.
Ia mengungkapkan kerugian dari pengelolaan investasi Asabri di portofolio saham. Pun demikian, jumlah kerugian masih dihitung. "Iya, ini sedang kami kaji, sedang kami lihat karena kan nilai (kerugiannya) bergerak terus," terang Kartika.
Sementara itu, dalam pernyataan resminya, manajemen Asabri membantah dugaan korupsi di perseroan. Terkait kondisi pasar modal di Indonesia, manajemen mengaku memang terdapat penurunan investasi yang sifatnya sementara.
"Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery (memulihkan) penurunan tersebut," tulis pernyataan resmi tersebut.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)