Sebelumnya, Asabri merupakan perusahaan asuransi jiwa bersifat wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri, dan PNS Kemhan/Polri.
Berdasarkan situs resmi Asabri, laporan keuangan tahunan yang terakhir diunggah adalah laporan keuangan 2017. Sementara, laporan 2018 dan 2019 belum disajikan kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan yang sama, perusahaan merevisi laba 2016 dari Rp537,63 miliar menjadi Rp116,46 miliar. Revisi dilakukan akibat penyesuaian (konsolidasi) nilai reksa dana terproteksi di mana perseroan mempunyai pengendalian secara langsung terhadap reksa dana tersebut.
Perbaikan itu dilakukan dengan metode perhitungan cadangan teknis asuransi dengan memasukkan asumsi-asumsi dan komponen-komponen baru dalam perhitungan cadangan teknis asuransi.
Pada 2019, kinerja perusahaan tempat Asabri menempatkan investasinya melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai saham belasan perusahaan milik Asabri merosot.
Pada pembukaan 2019 nilai saham yang dimiliki Asabri tercatat sebesar Rp 10,2 triliun dan ditutup pada tahun yang sama sebesar Rp 2,1 triliun. Artinya, dalam setahun, nilainya anjlok Rp 7,46 triliun atau 73,1 persen.
Jika dirinci, perusahaan yang nilainya merosot adalah PT Bank Yudha Bhakti Tbk; PT Hanson Internasional Tbk; PT Inti Agri Resources Tbk; PT Indofarma Tbk; PT Pelat Timah Nusantara Tbk; PT Prima Cakrawala Abadi Tbk; PT Alfa Energi Investama Tbk.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian, PT Pool Advista Indonesia Tbk; PT Pool Advista Finance Tbk; PT Properti Tbk; PT Hartadinata Abadi Tbk; PT SMR Utama Tbk; PT Kimia Farma Tbk; PT Sidomulyo Selaras Tbk dan PT Island Concepts Indonesia Tbk.
Berikut ringkasan kinerja keuangan Asabri selama 2016-2017:
2016
Aset: Rp36,51 triliun
Liabilitas: Rp36,34 triliun
Pendapatan: Rp5,07 triliun
Pendapatan premi: Rp1,38 triliun
Beban: Rp2,92 triliun
Beban klaim: Rp1,15 triliun
Laba/(rugi): Rp116,46 miliar
Rasio solvabilitas: 54,73 persen
Aset: Rp44,8 triliun
Liabilitas: Rp43,6 triliun
Pendapatan: Rp4,52 triliun
Pendapatan premi: Rp1,39 triliun
Beban: Rp2,34 triliun
Beban klaim: Rp1,35 triliun
Laba/(rugi): Rp943,81 miliar
Rasio solvabilitas: 62,35 persen (wel/sfr)