"Kalau saya lihat, pemerintah tidak akan keluar lebih dari Rp100 triliun," ucap Jokowi saat rapat terbatas mengenai pembangunan ibu kota baru di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (15/1).
Bila merujuk pada target awal, estimasi anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar Rp100 triliun mencapai 21,45 persen dari total kebutuhan dana mencapai Rp466 triliun. Angka ini sedikit lebih tinggi dari asumsi awal sekitar 19 persen dari total kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar itu (kluster pemerintahan) baru kami berikan ke PPP (Public Private Partnership) ataupun dikerjakan investasi, sehingga saya harap betul-betul dihitung secara detail. Pemerintah harus keluar berapa," katanya.
Jokowi ingin berbagai pemetaan ini bisa segera rampung agar jadwal konstruksi yang sudah direncanakan bisa dijalankan. Begitu juga soal pembebasan lahan.
Tak ketinggalan, kepala negara juga mengingatkan Menteri LHK untuk segera membuat kebun bibit seluas 100 hektare yang akan ditanami 17 juta bibit. Hal ini guna menciptakan ekosistem mangrove dan tanaman lain.
Sementara terkait aturan hukum, orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan rancangan regulasi sudah selesai di tangan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Rencananya, rancangan itu akan segera diberikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebelumnya, mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah menetapkan lokasi bagi kawasan ibu kota negara yang baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)