Mengutip Antara, Kamis (16/1), minyak mentah berjangka Brent tercatat terkoreksi 49 sen atau 0,8 persen menjadi US$64 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 42 sen atau 0,7 persen menjadi 57,81 per barel.
Pada perdagangan hari sebelumnya, harga minyak berjangka Brent naik 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$64,49 per barel dan WTI meningkat 15 sen atau 0,3 persen ke level US$58,23 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, harga minyak sempat turun ke level terendah dalam satu bulan terakhir pasca pemerintah AS mengumumkan stok bensin, produk sulingan, dan produksi minyak meningkat.
Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat pasokan bensin AS pekan lalu naik ke level tertinggi sejak Februari 2019. Kemudian, persediaan produk sulingan meningkat signifikan ke level tertinggi sejak September 2017.
Harga juga terpukul karena Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meramalkan permintaan minyak yang lebih rendah pada 2020. Ditambah, produksi di AS diproyeksi menyentuh rekor baru.
"Berlanjutnya kebijakan moneter akomodatif, ditambah dengan peningkatan di pasar keuangan, dapat memberikan dukungan lebih lanjut untuk peningkatan berkelanjutan dalam pasokan non-OPEC," terang OPEC.
Diketahui, OPEC dan beberapa sekutu non-OPEC seperti Rusia telah menghentikan produksi agar tak terjadi kelebihan pasokan dan menjaga harga minyak di atas US$60 per barel.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)