Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso menjelaskan prediksi itu dengan target penambahan ada 70 emiten baru pada 2020. Namun, hal itu akan bergantung dengan kondisi ekonomi dalam negeri.
Ia berpendapat ekonomi domestik masih diwarnai risiko perlambatan. Hal ini sejalan dengan kondisi di ekonomi global yang serba tak pasti dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Emoh Bicara Kasus Hukum Asabri |
Dengan realisasi itu, total dana yang dihimpun dari IPO sebesar Rp14,78 triliun pada 2019 atau turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp15,67 triliun.
Sementara itu, OJK juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 11 persen plus minus 1 persen. Wimboh bilang hal itu disesuaikan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2020 yang menargetkan pertumbuhan kredit meningkat 10 persen.
Perlambatan itu, tambah Wimboh terjadi lantaran banyak korporasi yang mengajukan pinjaman dari luar negeri. Dengan demikian, penyaluran kredit dari bank dalam negeri lebih sepi.
"Ada hal fundamental karena korporasi lebih banyak menggunakan sumber pembiayaan offshore (dari luar negeri)," pungkas Wimboh.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)