Sebelumnya, kepala negara menyatakan ingin sistem transportasi massal dan pribadi di ibu kota negara baru yang berlokasi di Kalimantan Timur hanya menggunakan electrical vehicle dan autonomous vehicle. Tujuannya, agar sistem transportasi Indonesia lebih modern, lebih murah, cepat, dan bebas macet.
"Kami ingin menjadi contoh dan magnet baru bagi kota di Indonesia, maka perlu transportasi yang ideal dan akan kami lakukan secara bertahap berupa electrical dan autonomous. Mungkin akan dimulai di akhir 2021," ujar Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melelang bagi pihak yang bisa menjadi partner, mereka yang mempunyai teknologi. Karena setelah kami melelang, dia akan merekomendasikan kepada kami teknologi, sarana, prasarana itu diberikan oleh konsultan, dan kami harus hati-hati melakukan itu," tuturnya.
Setelah itu baru proses pembangunan proyek uji coba dilakukan. Rencananya, kata Budi Karya, pemerintah ingin memulai uji coba pada sistem transportasi bus listrik.
Uji coba akan dilangsungkan di Puncak, Bogor, Jawa Barat atau Kuta, Bali dengan ketentuan masa tunggu setiap 10 menit dan berhenti setiap 5 kilometer (km). Budi mengatakan dua lokasi itu jadi pertimbangan karena cukup padat, apalagi ketika masa libur tiba.
"Setelah itu (di Kuta), kami beranjak dengan rute Kuta-Buleleng, bikin 80 km. Kami bikin jalur khusus dan kami mau bikin dari troly bus jadi (bus) gandeng dua sampai tiga, sehingga dedicated," terangnya.
Dari sisi pengerjaan, Budi Karya estimasi proyek uji coba akan rampung dalam waktu dua tahun, sehingga bila dimulai pada akhir 2021, maka selesai pada 2023. Setelah itu, pada 2024, bisa digunakan secara komersil.
"Belum, saya tidak tahu, tapi yang mau itu banyak, dari dalam negeri dan luar negeri," imbuhnya.
Selanjutnya, bila proyek uji coba selesai, maka pemerintah akan menerapkan uji coba tahap dua di kawasan ibu kota negara baru. Rencananya, uji coba sistem transportasi listrik dan tanpa supir akan dilakukan di jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan kawasan ibu kota baru yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
"Tahap awal menggunakan jalan tol atau jalan bypass yang dibangun dari Balikpapan ke ibu kota baru, sehingga tidak mahal. Yang pertama kali bus, tapi nanti lanjut ke train (kereta), jadi kami tingkatkan," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)