Kementerian ESDM juga belum memberikan laporan terkait rencana perubahan mekanisme tersebut.
"Itu belum sampai ke saya. Itu juga harus lewat rapat terbatas," katanya kepada wartawan di Istana Merdeka, Jumat (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan ada beberapa skema yang saat ini sedang digodok pemerintah untuk mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg tersebut. Salah satunya menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.
"Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR Code. Nanti yang beli LPG 3 kg langsung terekam. Misal, beli 3 tabung gas melon Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan," jelas Djoko.
Ia melanjutkan penyaluran subsidi tepat sasaran akan menghemat anggaran subsidi LPG hingga 15 persen. "Kalau pertengahan tahun bisa hemat 10-15 persen pada tahap awal," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)