"Kami ini padamu negeri luar biasa (gaji) hanya Rp19 juta padahal kebijakan yang kami itu jauh lebih besar dibandingkan swasta maupun dari teman-teman perusahaan BUMN," papar Erick, Jumat (17/1).
Jumlah gaji yang ia terima juga jauh lebih kecil dibandingkan saat ia menjadi pengusaha. Sebelumnya, Erick sendiri memiliki jabatan di perusahaan yang ia bangun, yakni Komisaris Utama PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau bicara gajinya, fasilitasnya tidak kalah dari swasta," ucap Erick.
Sebagai informasi, Erick menjabat sebagai Menteri BUMN sejak Oktober 2019 lalu. Kiprahnya selama kurang lebih tiga bulan ini banyak mendapat sorotan.
[Gambas:Video CNN]
Ia secara terbuka meminta petinggi Garuda mengundurkan diri karena ketahuan terlibat dalam kasus penyeludupan Harley Davidson dan Brompton.
Selain itu, Erick juga mengemban tugas untuk menyelesaikan persoalan penempatan investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berujung gagal bayar. Erick mengatakan melaksanakan tugas tersebut tidak mudah.
Bahkan, ia mendapatkan banyak ancaman semenjak jadi pembantu Jokowi. Ancaman semakin sering setelah ia berupaya membongkar skandal Jiwasraya.